BANDAR LAMPUNG (INFO PUBLIK) – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan serta mendukung deteksi dini penyakit menular, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Bandar Lampung bekerja sama dengan Puskesmas Karang Anyar melaksanakan kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi pegawai dan warga binaan, pada Senin (29/06/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rutan Kelas I Bandar Lampung ini dipimpin oleh tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Karang Anyar. Skrining dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan, wawancara faktor risiko, serta pengambilan sampel sesuai prosedur sebagai langkah deteksi dini terhadap penyakit TB dan HIV.
Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Tri Wahyu Santosa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Rutan dengan instansi kesehatan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat sekaligus sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit menular.
“Kesehatan merupakan hak setiap orang, termasuk warga binaan. Melalui skrining ini, kami berharap potensi penyakit dapat dideteksi sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkesinambungan. Kami mengapresiasi dukungan Puskesmas Karang Anyar yang terus bersinergi dalam meningkatkan layanan kesehatan di Rutan,” ujar Tri Wahyu Santosa.
Tim medis Puskesmas Karang Anyar menjelaskan bahwa kegiatan skrining merupakan bagian dari program pencegahan dan pengendalian penyakit menular yang dilaksanakan secara berkala. Selain pemeriksaan, peserta juga diberikan edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penularan TB dan HIV, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme dari pegawai maupun warga binaan yang mengikuti pemeriksaan. Seluruh proses dilakukan sesuai standar pelayanan kesehatan dengan tetap mengedepankan prinsip kerahasiaan, keselamatan, dan kenyamanan peserta.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan dan pegawai melalui kolaborasi bersama fasilitas pelayanan kesehatan, sebagai bagian dari implementasi Pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat. (*)
